Thursday, October 18, 2012

Sejarah Real Madrid C.F


Sebelum 1897, penduduk Madrid tak mengenal sepak bola. Olahraga ini diperkenalkan sejumlah profesor dan pelajar Institución Libre de Enseñanza, yang mendirikan Football Club Sky tahun 1897. Klub terpecah menjadi dua di tahun 1900,yaitu New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Dua tahun kemudian Club Español de Madrid terpecah lagi, dan menghasikan pembentukan Madrid Football Club pada 6 Maret 1902. Setelah tiga tahun berdiri, Madrid FC memenangkan gelar pertamanya dengan mengalahkan Athletic Bilbo di final Piala Spanyol. Klub ini pula yang menjadi pendiri Asosiasi Sepakbola Spanyol pada 4 Januari 1909. Saat itu klub dipimpin Adolfo Meléndez.

Tahun 1920, nama klub akhirnya berubah menjadi Real Madrid oleh Raja Alfonso, yang memberi nama Real, atau Royal, kepada klub itu. Sembilan tahun kemudian liga sepakbola Spanyol pertama didirikan. Si Putih meraih gelar Primera Liga Spanyol pertama tahun 1931, tahun berikut meraihnya lagi, dan menjadi klub pertama yang dua kali berturutan meraih gelar liga. Tahun 1945 Santiago Bernabeu Yeste menjadi presiden. Di masa kepemimpinannya, Stadion Santiago Bernabeu dan Ciudad Deportiva dibangun kembali, setelah rusak pada perang sipil. Tahun 1953, Bernabeu memperkenalkan strategi memboyong pemain berkelas dunia dari luar negeri. Salah satunya, dan yang paling terkenal, adalah Alfredo di Stéfano. Jadilan Real Madrid klub multinasional pertama di dunia. Tahun 1955, Bernabeu bertemu Bedrignan dan Gusztáv Sebes, dan kemudian membentuk turnamen yang kini bernama Liga Champions. Madrid mendominasi Piala Champions (nama sebelum liga champions) dengan meraih trofi itu tahun 1956 sampai 1960, dan berhak atas trofi original dan hak mengenakan simbol UEFA sebagai penghargaan. Tahun 1966, Madrid memenangkan Piala Champions kali keenam dengan mengalahkan FK Partizan 2-1 di final.

Real Madrid adalah klub tersukses sepanjang sejarah sepak bola Eropa. Sulit memungkiri fakta tersebut. Raihan gelar kub berjuluk Los Merengues ini jadi indikator. Sembilan trofi Piala/Liga Champions milik Madrid merupakan yang terbanyak diantara tim-tim Eropa lainnya. Begitu juga di pentas domestik, Madrid telah memenangkan 31 gelar Liga Spanyol, selisih 10 dengan pesaing terdekat, Barcelona.
Era kejayaan Real Madrid diawali pada masa kepemimpinan presiden Santiago Bernabeu Yeste pada 1945. Kedatangan Bernabeu membawa aura positif pada klub asal ibu kota itu. Komplek latihan Ciudad Deportiva kembali dibangun setelah hancur saat perang saudara. Pemain-pemain bintang mulai berdatangan, salah satunya adalah Alfredo Di Stefano.

Hasilnya luar biasa. Madrid mendominasi Benua Biru selama setengah dekade. Trofi Piala Champions jatuh ke pangkuan Madrid lima tahun beruntun. Real Madrid juga meraih 16 gelar Liga Spanyol pada masa kepemimpinan Bernabeu.

Bernabeu tak hanya mengantarkan Real Madrid ke puncak kejayaan. Ia juga punya sumbangsih besar terhadap perkembangan sepak bola Eropa. Pertemuannya dengan Bedrignan, dan Gusztáv Sebes di Hotel Ambassador, Paris, jadi asal muasal turnamen yang kini dikenal dengan nama Liga Champions.

Sukses kembali terulang pada masa kepemimpinan Lorenzo Sanz yang dilanjutkan oleh Florentino Perez. Kejelian Sanz menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih berbuah manis. Mereka mengakhiri puasa gelar Liga Champions selama 32 tahun. Pada partai final Liga Champions 1997, Madrid sukses menundukkan Juventus 1-0 dan menggondol si “Kuping Besar” untuk kali ketujuh.

Pada tahun 2000, Florentino Perez terpilih menggantikan Lorenzo Sanz. Perez menerapkan proyek Los Galacticos demi melanjutkan supremasi Eropa. Pemain berbanderol selangit seperti Luis Figo, Roberto Carlos dan Zinedine Zidane datang ke Santiago Bernabeu. Hasilnya, trofi Liga Champions kembali dimenangkan pada tahun 2000 dan 2002. Tahun berikutnya, Madrid juga menjuarai Liga Spanyol.
Kini, Real Madrid masih berada di bawah bayang-bayang rival bubuyutan, Barcelona yang mendominasi Spanyol sekaligus Eropa. Tak heran, Perez yang kembali ke kursi presiden pada 2009 kembali jor-joran membeli pemain. Pemain bintang sekaliber Kaka dan Cristiano Ronaldo ditembus dengan banderol mahal. Namun, hasil belum sesuai dengan ekspektasi. Madrid baru meraih satu trofi Copa Del Rey pada rezim kedua Florentino Perez.

Beberapa sebutan pertandingan-pertandingan panas yang dimainkan oleh Real Madrid :

El Derbi madrileño 

Fans Real Madrid melihat Atletico Madrid sebagai rival. Hal itu dilatarbrlakangi oleh perbedaan sosial, yakni pendukung Madrid berasal dari kelas menengah, fans Atletico kebanyakan dari kelas pekerja. Keduanya bertemu kali pertama pada 21 February 1929 dan Madrid memenangkannya. Rivalitas keduanya menyita perhatian internasional ketika di tahun 1959 bertemu di semifinal Piala Champions. Madrid memenangkan leg pertama 2-1 di Bernabeu, tapi kalah 1-0 di Metropolitano. Laga diulang, dan Madrid menang 2-1.

El Clásico

Rivalitas Real Madrid dengan Barcelona merupakan hasil dari ketegangan politik Castilians dan Catalan. Madrid adalah pusat pemerintahan dan keluarga kerajaan. Di era diktator Jenderal Franco, Madrid merepresentasikan kekuatan centripetal konservatif. Di sisi lain, hampir semua ide modernisasi politik diperkenalkan di Spanyol dan menguat di Barcelona. Fashion, filosofi, dan seni, masuk ke Spanyol juga lewat Barcelona, sebelum diterima seluruh negeri. Rivalitas keduanya tidak hanya berlangsung di Primera Liga Spanyol, tapi juga di Eropa. Serta tidak hanya di dalam lapangan, tapi juga di semua aktivitas bisnis olahraga. Di tahun 2000, kepergian Luis Figo ke Real Madrid memicu kemarahan publik Katalan.


Kurang lebih begitulah tentang Sejarah Real Madrid. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda akan Real Madrid, khususnya para Madridista di Indonesia. HALA MADRID 

Referensi :
  1. http://mejikuhibiniu-kabarnews.blogspot.com/2011/05/sejarah-real-madrid-history-klub-real.html
  2. http://www.realduakelinci.com/sejarah-real-madrid-c-f/



0 comments:

Post a Comment